Senin, 03 Oktober 2011

Lantas dimana Tuhanmu?

Berbicara pada diri saya sendiri.
Berapa lama sudah saya meninggalkan perintahMU
Kemudian, apa artinya saya menyimpan ratusan lagu tentang ke AgunganMU, mungkin bukan ukuran keimanan.
Setiap kali mendengarnya, merasa damai yang teramat dalam.
Ribuan pengakuan dosa, terlintas.
Kemudian, ketika waktu telah berlalu, masihkah ingat dengan kesalahan yang telah  dilakukan?
ya. hanya sesaat.
Terkadang kita terhanyut begitu dalam dalam setiap syair di dalam lagu mengenai ketuhanan.
namun "sesaat".
Membutuhkan kejujuran dan keberanian, keenggannan juga memiliki peran untuk berubah. kehidupan terlalu mengikat. ingin berubah, namun kebiasaan hidup terlalu mengakar.

hmm...
mungkin pernah mendengarkan syair ini,
Terkadang hidup memang, membuat kita hampir menyerah.
Tapi aku percaya kaulah pelindungku, penciptaku dan hidupku.
Sabarkan hatiku, kuatkan imanku.
Berkahi aku dan keluargaku dengan rahmatmu, 
Tuhan kaulah cintaku.

(Nidji-Tuhan Maha Cinta)
Dalam satu hari saya dapat memutar lagu ini, tanpa henti.
Saya masih begitu gamang masalah agama.
Apakah agama hanya simbul seperti organisasi masa atau mentuhankan agama? dan mengatakan Tuhan itu Satu.
lantas dimana Tuhanmu?
Ada di dalam hatiku, 
Bersihkah hatimu? hingga menempatkan Tuhanmu di dalam hatimu?
Kotor,
Lantas? engkau menempatkan Tuhanmu di dalam hatimu yang kotor, sedangkan tuhanmu memberikan tempat yang begitu istimewa,memberikan segala yang engkau butuhkan dan terlalu banyak hingga tak dapat aku hitung satu demi satu?
.........
Kemunafikan apalagi yang kau perbuat? seolah Tuhanmu tidak pernah tahu dirimu.
Hanya memberikan jawaban sebagai pembenar atas dirimu, jawaban yang orang tidak pernah tahu kebenarannya dengan mengatasnamakan Hati,Namun, Tuhanmu selalu tahu.
sudahi kefanaan.
Jika ku tanya, berapa kali kau mementingkan urusan pekerjaanu dari pada ibadah?
Kekayaan duniawi apa yang akan kau bawa setelah kau mati?
Masihkah kau membewa kegundahan duniawimu setelah mati?
Lalu kemana,






Tidak ada komentar:

Posting Komentar