Selasa, 16 Juli 2013

SETIAP ORANG PUNYA CERITA

Hidup sebenarnya selalu terbungkus oleh banyak lapisan.
Kita sering melihat lapisan luar nya & tidak tahu benar2 isi dalamnya..

Yang kita lihat seorang pengusaha hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia sekali....
Padahal dia lagi stress & hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya buat bayar bunga pinjaman, semua asetnya sdh jadi milik bank....

Yang kita lihat pasangan anggun yg hadir di acara reuni itu begitu serasi & mempesona, mrk pasti hidup harmonis & bahagia..
Padahal hidup mereka penuh dgn kebencian, saling menuduh, menghianati & menyakiti, bahkan sudah dlm proses perceraian & bagi harta...

Yang kita lihat pemuda lulusan Univ ternama dengan nilai cumlaude, pasti mudah dapat kerja, gaji besar, hidupnya pasti bahagia....
Padahal dia baru kena PHK sudah 5x, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Sudah dua bulan belum dapat job baru....

Yang kita lihat seorang Ibu muda itu, selalu arisan ini itu, pengajian ini itu, sosialita kelas wahid, punya banyak waktu senang2, tidak perlu pusing kerjaan rumah, hidupnya sangat enjoy banget, dia pasti bahagia.....
Padahal batinnya hampa & kesepian, jiwanya merintih. Suaminya tak pernah menghargai & mengasihinya, & menyelingkuhinya terus menerus....

Yang kita lihat tetangga kita anaknya sudah besar2 semua, bapak ibunya sudah boleh santai & tenang, mereka pasti bahagia... Namun kenyataannya orang tua mereka tak pernah bisa tidur nyenyak, anak2nya tak perduli kepada mereka, rumah tangga nya pada hancur, suka judi & sex bebas, narkoba....

Kita sering sekali tertipu oleh keindahan di luar & tidak tahu sama sekali kenyataaan yang ada didalam...

Sesungguhnya semua orang, semua keluarga punya masalah, punya cerita duka.
Begitulah hakikat kehidupan...

Maka, Janganlah menggosip/mengunjingkan masalah2 orang lain, karena toh sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah...

Maka, Janganlah mengeluh karena punya masalah. Percaya atau tidak, semua orang memilikinya!, bahkan kebanyakan lebih berat & sulit dibanding masalah2 kita...

Maka, Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena orang lain yang kita banding2kan itu belum tentu lebih bahagia dari kita....

Senin, 16 Juli 2012

Who is My Lord?

Everything in my life is a blessing from my creator,
The one who creates life, The dominant - all maker
HE knows about everything in the heavens and the earth
From his Greatest creations to the small particles in the dirt

He blesses me with things that I need,
Even the ones about which I never speak
Its only His fear that causes me to weep
HE keeps forgiving me because I am weak

HE honors whom he wants and so does he humiliate
HE is the one who is ever willing to appreciate
Even the smallest of deeds that I do for His sake
I just need to turn back to him, no matter how grave the mistake.

He is the Lord of the Kingom, Majesty & Generosity
His help is all I need in the times of Adversity..
Nothing in this world matters, Except His Approval,
HE is my Lord, The Ever Living, The Eternal.

The One who answers me and chooses to look beyond my disobedience,
HE deals with me in a gentle manner with abundant amounts of patience
He is Especially Mericful, Yet He is The Most Just
He resurrects us all after we have turned into Dust

Perfection is His attribute and So is Self Sufficiency
He is aware of the struggles that go on within Me
On that day He will bless his slaves with his Mercy
When all his slaves will just say ''Nafsy, Nafsy''

Even if the entire world asks of Him everything they ever wished for
From wealth to health, to women, to children, to heavens and much more
It does not even effect the treasures of My Lord, not in the least bit
It will take fom His treasures as much as a needle takes after an ocean's dip

He is The Guide, He is The Light, He is The One, He is The Last
He knows about each one of us, Our present, Future and even Past
He rewards His Slaves with all that No ear has heard or no eye has seen,
He knows about What Is, What Has, What Will or What could have been

I get tired of worshipping Him but He never gets tired of rewarding me,
I am His slave and nothing is more beloved to me than this slavery.. 

Minggu, 08 Juli 2012

yours

saya masih menahanmu dalam benak saya, hanya itu yang ingin saya katakan, maka yakinlah pada suatu ketika nanti aku akan datang membawa sebuah harapan, membawa mimpi yang selama ini kita bicarakan.
saya mencitai hidup saya, dunia saya, karir saya, dan semua aspek kehidupan saya.

will be miss  you

Minggu, 01 April 2012

sekuat tenaga

ada satu moment dimana aku mulai tersadar, mendapatkanmu adalah siatu hal tabu.
kini memang harus aku sudahi semua.
ini bukan tentang sebuah kekalahan, namum sebuah pilihan yang memang harusa aku pilih.
pilihan yang sebenarnya ku ingin tapi tak ingin.
diantara ya atau tidak.
maka dengan sekuat  tenaga aku mulau mengakhiri semua.
engkau benar benar mengajariku tentang hidup.
menghargai perempuan.
tentang kesabaran.
tentang rasa malu.
tentang sebuah keinginan yang tak harus selalu dimiliki.



Sekuat tenaga.

Minggu, 18 Maret 2012

Menitipkan

Tuhan, engkau menitipkan kepercayaan kepadaku, engkau begitu baik, hingga aku sering terlupa akan nikmatmu, dunia yang kini aku tempati, adalah titipanmu, semua manusia juga tau itu, namun tak banyak pula yang mengingkarinya tanpa sadar.
Harta yang kecukupan, keluarga yang bahagia, hubungan yang harmonis, semua adalah titipanmu, tuhan kini aku ingin bercengkerama denganmu, tuhan engkau benar benar melepaskan rasa percayamu, namun aku merasa belum mampu mengemban kepercayaanmu.
Tak terhitung sudah berapa kesalahan, Tuhan kini harus ku akui, menangispun aku tak bisa, benar, saya saat ini tak dapat menangis, setiap keluh kesahku aku simpan sendiri, benar benar kusimpan sendiri, hanya saja setiap kali aku melakukan perintahmu, aku selalu hanya meminta, tanpa peduli dengan permasalahan yang membelitku, meminta agar semua usahaku berjalan dengan lancar, tanpa meminta semua masalahku yang melilitku terlepas, namun tuhan, aku yakin engkau maha tau, engkau maha mengerti, di balik semua tawaku, di balik semua kemunafikanku.
Tuhan bagaimana mungkin aku dapat mengumplkan 65JT dalam 3 bulan, namun, engkau menjawabnya, tak terduga, engkau selalu memberikan semua yang aku butuhkan di saat yang tepat, melimpahkan rejeki di balik semua musibah dan trauma.
kini tuhan aku tak berharap banyak, sekalipun mimpi mimpiku cukup tinggi, namun aku menerima semua apa yang engkau berikan.
Sudah berapa banyak aku tersakit, namun tak sedikit pula aku menyakiti.

Selasa, 15 November 2011

Sampai saat ini saya tetap akan bersyukur


Sempat terlupa dalam ingatan saya, kira kira tahun 1995, tepat di hari raya idul adha. Saya masih SD waktu itu,  Dimana pada saat itu adalah masa tersulit bagi keluarga saya, masa dimana keluarga saya harus menanggung berat beban financial, serba kekurangan. Banyak atap rumah yang bocor, kursi kursi berlubang dimakan usia, Tv hitam putih merk JVC tang ketika di hidupkan selalu berbunyi ngiingg... selama 5 menitan. Tak ada radio, tak ada kulkas, tak ada kompor minyak. Ya kami menggunakan tungku kayu untuk memasak.
Pada suatu pagi satu minggu sebelum hari lebaran idul adha, ayah dan ibu saya pergi, pagi pagi buta, hingga saat saya bangun, beliau berdua sudah tidak ada dirumah. Kemudian saya coba bertanya pada kakak saya yang pertama, “mbak ibuk sama bapak kemana”  tak ada jawaban, entah memang tak mau menjawab atau benar benar tidak tau.
Beberapa hari setelah di tinggal bapak sama ibu saya, kami benar benar makan seadanya. Terkadang saya harus kerumah kakek saya intuk meminta makan, pernah suatu ketika saya makan di rumah kakek saya, beliau bertanya, ibu kamu kemana? Saya diam dan melanjutkan makan,  kemudian nenek saya juga bertanya, kemana ibu kamu, mulai detik itu saya benar-benar tak dapat menahan air mata, yah saya makan sambil menangis, karena saya benar-benar tidak tahu kemana beliau berdua pergi, kakek dan nenek saya mencoba menenangkan saya dengan duduk di sebelah saya. Hmm.. baru kali itu saya melihat kakek dan nenek saya duduk akur, sayapun mulai tenang. Dan menjawab “saya tidak tau nek kek “. Kemudian semua hening, melihat TV bertiga, saya benar-benar yakin, kakek dan nenek saya tidak benar-benar melihat TV, tatapan mereka kosong, seperti halnya saya.
Setelah satu minggu berjalan, tepatnya, dan bertepatan juga dengan hadi raya idul adha, satu hari sebelum idul adha saya dan kakak pertama saya puasa. Entah hari apa itu, pagi itu saya dan kakak saya berjalan ke pasar, yang jaraknya agak lumayan jauh, yah kami berjalan, karena memang tidak memiliki sepeda motor. Kakak saya membeli daging, 0,5kg cukup untuk kami berdua,  di jalan kami bertemu dengan bulik kamu, beliau berhenti, dan mencoba menanyakan, dimana bapak dan ibu saya, kakak saya dan mulai memandangi saya yang sedang menenteng belanjaan, saya diam, kakak saya menjawab tidak tau. Kemudian saya menjawab dengan sedikit air mata. Ya saya rasa itu cukup menjadi jawaban untuk bulik saya.
Sesampai dirumah kamipun memasak ayam, karena pada waktu itu kami belum memiliki kulkas, jadi daging harus dimasak secepatnya. Kemudian esoknya subuh saya dan kakak saya mulai bangun dan memasak daging ayam yang kami beli sebelumnya.  Kamu goreng, ahh rasanya sepertinya enak sekali, saya pun ingin mencicipi tapi tidak diperbolehkan kakak saya. Semua sudah siap, nasi, ayam doreng dan sambel tentunya, tanpa ada tambahan apa-apa. Kemudian kami berdua sholat ied.
Sepulang sholat ied, saya berlari.. ahh rasanya sudah lapar sekali saya, apalagi makan ayam hmm... bagi keluarga kami ayam pada saat itu adalah makanan yang paling spesial.  Jarang sekali makan ayam. Setelah membuka pintu, melepas sarung langsung menuju ke lemari makan, kemudian saya merasa ada yang salah di lemari makan..... ya, kucing saya menghabiskan ayam yang saya simpan. Masih ingat betul dalam ingatan saya, yang tersisa hanya 1 paha ayam, dan itupun sudah sebagian di makan kucing. Dalam hati saya marah, dan benar benar marah, saya mencoba mencari kucingnya, namun tidak ketemu. Kemudian saya kembali ke lemari makan, dan ternyata kakak saya sudah menyiapkan nasi dan sepotong paha ayam sisa kucing tadi untuk saya, kakak saya berkada, “sudah kita makan seadanya, masih bersyukur ada sisa” ya.. saya membawa nasi ke meja makan, disutulah untuk kedua kalinya saya makan sambil menangis, ya saya makan sisa kucing. Lebaran yang tragis memang, namun saya yakin, banyak makna disutu, 2minggu sudah kami di tinggal bapak ibu, tanpa kabar, pada jam 10 malam tepat dua minggu saya di tinggal bapak ibuk pergi, saya dibangunkan bapak, sebenarnya tidak membangunkan, namiun sensitivitas saya terhadap suara  sangat tinggi, hingga ada orang datang pasti saya terbangun, saya banun, bapak mendekati saya, “kamu sudah makan” dan saya jawab iya sudah tadi sore, kemudian bapak membawa bungkusan “yaudah sekarang makan dulu” yahh bapak membawa ayam goreng, satu kardus, namun tanpa nasi, bapak yang menanakkan nasi di dapur, satu jam kemudian baru kami makan bersama, saya kakak saya dan bapak, ada yang aneh sebenarnya, namun saya tidak mau merusak suasana makan, dan lagi pada saat itu saya cukup lapar. Selesai makan kakak saya bertanya, “trus ibuk kemana pak” bapak saya menjawab dengan senyum “besuk kita menemui ibu” satu malam itu saya benar benar tidak dapat tibur hingga pagi hari menjelang, mandi dan kami bertiga menuju tempat yang saya tidak tahu menggunakan bis dahlia jurusan porwokerto, ya saya masih ingat betul. Saya duduk paling depan bersama bapak saya, ya saya sadar saya anak paling dimanja bapak saya, hingga sekarang.
Sesampainya di temapat, kami turun bus, dan melanjutkan perjalanan dengan menyewa angkot, bapak saya memang begitu, kadang tidak mau anaknya susa, kamipun menyewa, tidak mengikuti angkot dengan ada penumpang lain. Jalannya menanjak, naik ke bukit, ya pada saat itu saya benar-benar takut, baru kali itu saya naik bukit menggunakan mobil. Tempat itu di daerah karanganyar kebumen.
Sesampainya di tempat, saya benar-benar menyiapkan diri untuk ketemu ibu saya. Sampai waktunya tiba, ibu saya tidur di sebuah kamar, detik itu juga saya menangis, namun tidak berani mendekat ibu saya, kakak saya yang mendekat, memeluk ibu saya, bapak saya yang menenangkan saya. Memeluk saya, entah apa yang terjadi kami semua menangis, termasuk kamar sebelah yang baru saja berbincang dengan ibu saya.ya baru kali ini saya melihat ayah saya menangis dan memeluk saya, ayah saya seorang yang galak dimata saya, namun penyayang terhadap anaknya, seorang yang paling kuat ketika memiliki keputusan, beliau menangis.
Ahh senengnya bisa kumpul, hanya kurang satu, kakak saya yang kedua, beliau kuliah di uns, jadi tidak bisa datang. Kemudian kamipun berbincang hangat, ayah saya menceritakan kenapa dan alasan apa tidak memberi tahu, dan kamupun dapat memahami itu. Sangat bisa memahami. Beberapa hari disitu banyak kabar gembira, ibu saya dinyatakan sehat 100%, dan memang benar.
Dan sekarang alhamdulillah, keadaan semua sudah berubah, dar ketikai kakak saya yang pertama sudah bekerja, kondisi ekonomi kami mulai pulih, makan kami mulai teratur, dan sampai saat ini banyak sekali impian impian keluarga kami yang telah di dapat. Nasib telah merubah keluarga kami.
Terima kasih Ya Allah...




Senin, 03 Oktober 2011

Lantas dimana Tuhanmu?

Berbicara pada diri saya sendiri.
Berapa lama sudah saya meninggalkan perintahMU
Kemudian, apa artinya saya menyimpan ratusan lagu tentang ke AgunganMU, mungkin bukan ukuran keimanan.
Setiap kali mendengarnya, merasa damai yang teramat dalam.
Ribuan pengakuan dosa, terlintas.
Kemudian, ketika waktu telah berlalu, masihkah ingat dengan kesalahan yang telah  dilakukan?
ya. hanya sesaat.
Terkadang kita terhanyut begitu dalam dalam setiap syair di dalam lagu mengenai ketuhanan.
namun "sesaat".
Membutuhkan kejujuran dan keberanian, keenggannan juga memiliki peran untuk berubah. kehidupan terlalu mengikat. ingin berubah, namun kebiasaan hidup terlalu mengakar.

hmm...
mungkin pernah mendengarkan syair ini,
Terkadang hidup memang, membuat kita hampir menyerah.
Tapi aku percaya kaulah pelindungku, penciptaku dan hidupku.
Sabarkan hatiku, kuatkan imanku.
Berkahi aku dan keluargaku dengan rahmatmu, 
Tuhan kaulah cintaku.

(Nidji-Tuhan Maha Cinta)
Dalam satu hari saya dapat memutar lagu ini, tanpa henti.
Saya masih begitu gamang masalah agama.
Apakah agama hanya simbul seperti organisasi masa atau mentuhankan agama? dan mengatakan Tuhan itu Satu.
lantas dimana Tuhanmu?
Ada di dalam hatiku, 
Bersihkah hatimu? hingga menempatkan Tuhanmu di dalam hatimu?
Kotor,
Lantas? engkau menempatkan Tuhanmu di dalam hatimu yang kotor, sedangkan tuhanmu memberikan tempat yang begitu istimewa,memberikan segala yang engkau butuhkan dan terlalu banyak hingga tak dapat aku hitung satu demi satu?
.........
Kemunafikan apalagi yang kau perbuat? seolah Tuhanmu tidak pernah tahu dirimu.
Hanya memberikan jawaban sebagai pembenar atas dirimu, jawaban yang orang tidak pernah tahu kebenarannya dengan mengatasnamakan Hati,Namun, Tuhanmu selalu tahu.
sudahi kefanaan.
Jika ku tanya, berapa kali kau mementingkan urusan pekerjaanu dari pada ibadah?
Kekayaan duniawi apa yang akan kau bawa setelah kau mati?
Masihkah kau membewa kegundahan duniawimu setelah mati?
Lalu kemana,