Minggu, 18 Maret 2012

Menitipkan

Tuhan, engkau menitipkan kepercayaan kepadaku, engkau begitu baik, hingga aku sering terlupa akan nikmatmu, dunia yang kini aku tempati, adalah titipanmu, semua manusia juga tau itu, namun tak banyak pula yang mengingkarinya tanpa sadar.
Harta yang kecukupan, keluarga yang bahagia, hubungan yang harmonis, semua adalah titipanmu, tuhan kini aku ingin bercengkerama denganmu, tuhan engkau benar benar melepaskan rasa percayamu, namun aku merasa belum mampu mengemban kepercayaanmu.
Tak terhitung sudah berapa kesalahan, Tuhan kini harus ku akui, menangispun aku tak bisa, benar, saya saat ini tak dapat menangis, setiap keluh kesahku aku simpan sendiri, benar benar kusimpan sendiri, hanya saja setiap kali aku melakukan perintahmu, aku selalu hanya meminta, tanpa peduli dengan permasalahan yang membelitku, meminta agar semua usahaku berjalan dengan lancar, tanpa meminta semua masalahku yang melilitku terlepas, namun tuhan, aku yakin engkau maha tau, engkau maha mengerti, di balik semua tawaku, di balik semua kemunafikanku.
Tuhan bagaimana mungkin aku dapat mengumplkan 65JT dalam 3 bulan, namun, engkau menjawabnya, tak terduga, engkau selalu memberikan semua yang aku butuhkan di saat yang tepat, melimpahkan rejeki di balik semua musibah dan trauma.
kini tuhan aku tak berharap banyak, sekalipun mimpi mimpiku cukup tinggi, namun aku menerima semua apa yang engkau berikan.
Sudah berapa banyak aku tersakit, namun tak sedikit pula aku menyakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar